Dzikir setelah shalat

1.Dzikir Pertama

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

“Aku memohon ampunan kepada Allah” (Dibaca 3x)

اَللَّــهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا اْلجَلالِ وَاْلإكْرَامِ

“Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dari-Mu kesejahteraan, Maha Berkah Engkau wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan” (Dibaca 1x)

*HR Muslim (no. 591), ad-Darimi (I/311), Ahmad (V/275, 279), an-Nasai (III/68-69), Ibnu Khuzaimah (no. 737), Abu Dawud (no. 1513), dan Ibnu Majah (no. 928), dan ad-Darimi (I/311)

2. Dzikir Kedua

لاَ إِلَهَ إِلا الله ُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اَللَّــهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَدُّ

“Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya. MilikNya seluruh kerajaan dan milikNya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.Ya Allah tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi dan tidak bermanfaat bagi orang yang memiliki kekayaan (dari siksaanMu) akan kekayaannya” (Dibaca 1x)

*HR al-Bukhari (no. 844) dan Muslim (no. 593), ad-Darimi (I/311), Ibnu Khuzaimah (no. 742), dan Ahmad (IV/245, 247, 250, 254, 255), Abu Dawud (no. 1505), dan an-Nasai (II/70, 71)

3. Dzikir Ketiga

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. BagiNya nikmat, anugerah dan pujian yang baik. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya” (Dibaca 1x)

*HR Muslim (no. 594), Abu Dawud (no. 1506, 1507), an-Nasai (III/70), Ibnu Khuzaimah (no. 740, 741), dan Ahmad (no. IV/4, 5)

4. Dzikir Keempat

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ يُـحْيِي وَيُـمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, bagiNya segala kerajaan dan bagi-Nyalah segala pujian, Dialah Dzat Yang Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Dibaca 10x setelah salat Maghrib dan salat Shubuh)

5. Dzikir Kelima

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِك

“Ya Allah, tolonglah aku untuk berzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, serta beribadah dengan baik kepadaMu” (Dibaca 1x)

6. Dzikir Keenam

سُبْحَانَ الله اَلْـحَمْدُ ِللهِ اللهُ أَكْبَرُ

“Maha Suci Allah” (Dibaca 33x) “Segala puji bagi Allah” (Dibaca 33x) “Allah Maha Besar” (Dibaca 33x)

اللهُ أَكْبَرُ

7. Dzikir Ketujuh

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Dibaca 1x)

8. Dzikir Kedelapan

Lalu membaca ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Nas setiap selesai salat wajib sebanyak 1x.

9. Khusus setelah salat Shubuh disunnahkan membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.

” Sumber: Buku “Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu”, karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadari Jawas, penerbit Pustaka Imam Syafi’i Jakarta أَسْتَغْفِرُ اللهَ Baca selengkapnya https://muslim.or.id/7043-bacaan-dzikir-setelah-shalat.html